Postingan

INKUIRY APRESIATIF

  Pendekatan pengembangan masyarakat yang selama ini ada masih berorientasi pada wacana defisit yang cenderung memetakan kelemahan dari orang lain atau suatu lembaga dan bahkan sampai mencoba menganalisa ancaman dari lingkungan sekitar mereka. Pendekatan tersebut seringkali melupakan bahwa proses sosial di sebuah masyarakat berjalan selama bertahun – tahun dan mengendapkan berbagai hal yang sifatnya kultural dan berdimensi positif sebagai sebuah kearifan lokal yang tidak mungkin digeneralisasikan pada semua lingkungan sosial. Padahal, setiap society itu adalah unik sehingga memiliki berbagai keunggulan yang sifatnya adalah komparatif dan bahkan ada beberapa di antara mereka adalah komplemen bagi yang lainnya. Pendekatan dengan wacana defisit yang berpangkal pada penemuan masalah, akar masalah, need assessment, analisis solusi dan implementasinya seringkali malah memberikan efek psikologis bahwasannya “masalah” itu sangat banyak dan kita akan kesulitan memecahkan masalah tersebut. B...

KI HAJAR DEWANTORO

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional. Dalam sejarah pergerekan Indonesia, kita mengenal istilah Tiga Serangkai; E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangunkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara. Mereka mendirikan partai yang dikenal dengan sebutan Indische Partij pada 25 Desember 1912. Perjalanan politik dan pendidikan Ki Hajar Dewantara mempertemukannya dengan gagasan pendidikan Friedrich Wilhelm August (1782-1852) tentang permainan sebagai media pembelajaran dan gagasan Maria Montessori (1870-1952) yaitu memberi kemerdekaan kepada anaka-anak. Kedua gagasan ini menjadi dasar berpikir serta pondasi untuk pengembangan Perguruan Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara setelah pulang dari Belanda pada tahun 1922. Terbatasnya akses pendidikan bagi bangsa Indonesia pada masa kolonialisme Belanda menjadi salah satu alasan Ki Hajar mendirikan perguruan Taman Siswa. Sekolah-sekolah yang ada yang didirikan oleh pemerintah penjajah pun kurang menguntungkan bagi bangsa ini. S...

Asesmen Kompetensi Minimal ( AKM )

  Tujuan Asesmen adalah untuk meningkatkan mutu, Asesmen dilakukan tidak hanya untuk memantau dan mengevaluasi (memberi judgement atau penilaian kinerja). Asesmen nasional dirancang agar   menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid Asesmen Nasional menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Hal ini diharap dapat mendorong sekolah dan dinas pendidikan untuk memfokuskan sumberdaya pada perbaikan mutu Pembelajaran Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter murid (mulai dari ciri pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif). Hal ini diharap membantu sekolah lebih memahami apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Asesmen Na...

PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN

  Pendidikan yang memerdekakan adalah Pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik melalui bimbingan dan tuntunan guru. Dari hasil belajar mandiri dan diskusi bahwa prinsip Pendidikan yang saya yakini tentang Pendidikan yang memerdekaan yang diantaranya adalah menggali dan menumbuhkembangkan potensi minat dan bakat peserta didik   Pemikiran dan rasa yang harus saya hilangkan karena tidak sejalan dan relevan lagi setelah melalui proses belajar adalah rasa pesimis, kurang opercaya diri, enggan merubah, enggan untuk melakukan transformasi. Dan saya yakin untuk menerapkan konsep Pendidikan yang memerdekakan dengan menggali dan menumbuhkembangkan potensi peserta didik Konsep untup penerapan Pendidikan yang memerdekakan yang akan diterapkan dilapangan yakin akan mendapatkan tantangan apalagi saya sebagai pengawas yang tidak langsung melaksanakan, tetapi setelahnya belajar mandiri dan diskusi saya me...

Contoh RPP

                                         RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN                                                 PERTEMUAN 1 K O M P E T E N  SI  D A  SA   3.1 Membuat generalisasi dari pola pada barisan bilangan dan barisan konfigurasi objek. 4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola pada barisan bilangan dan barisan konfigurasi objek.   T U  JU   A N P E M B E L A  JA   R A N Setelah membaca dan mencermati  konteks Pertumbuhan   Rambut  pada aktivitas 1,  peserta didik  dapat  menentukan panjang rambut pada  pola pada  barisan bilangan  dengan benar. 1.  ...